5 Zat Gizi yang Mendukung Pertumbuhan Tinggi dan Kecerdasan Anak

Salah satu faktor yang mempengaruhi optimalnya tumbuh kembang anak adalah asupan makanan, terutama zat gizi yang terkandung di dalamya. Lantas, apa saja zat gizi yang mendukung pertumbuhan tinggi dan perkembangan kecerdasannya? Simak informasinya dalam ulasan berikut.

  1. Kalsium (Ca)

Periode emas pertumbuhan seseorang berlangsung selama masa kanak-kanak dan membutuhkan kalsium. Selain anak-anak, orang tua membutuhkannya untuk menjaga kepadatan tulang sehingga tidak mudah keropos. Akan berbahaya jika seseorang kekurangan kalsium karena kebutuhan kalsium akan diambil dari dalam tulang tersebut.

Kalsium juga bermanfaat untuk memaksimalkan fungsi otot, jantung, serta pembekuan darah. Berdasarkan anjuran dari Kementerian Kesehatan, kadar kalsium yang dibutuhkan anak usia 0-11 bulan adalah 200-250 mg/hari. Kemudian 500 mg/hari untuk anak usia 1-9 tahun. Sedangkan anak usia 10-18 tahun, kadar kalsium yang dibutuhkan sebanyak 1200 mg/hari.

  1. Protein (Nabati dan Hewani)

Saat usianya masih di bawah 6 bulan, kebutuhan protein masih bisa dipenuhi oleh ASI. Tapi, dari 6 bulan samapi 2 tahun, harus dilengkapi dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Baru setelah 2 tahun, anak Anda mendapat asupan protein dari susu formula atau makanan yang dikonsumsinya.

Protein yang masuk ke dalam tubuh akan dipecah menjadi asam amino yang nantinya menjadi bahan baku dalam pembentukkan sel-sel baru dan jaringan. Anak-anak yang cukup mendapat asupan protein biasanya memiliki postur tubuh lebih tinggi daripada anak yang tidak cukup mendapat asupan zat gizi ini.

  1. Vitamin D

Tumbuh kembang anak juga akan lebih optimal jika mendapat asupan gizi yang satu ini karena memang masih berkaitan dengan zat gizi perta, yaitu kalsium. Vitamin D ini memiliki peran penting dalam penyerapan kalsium oleh tubuh. Kadar vitamin D yang dibutuhkan anak usia 0-11 bulan adalah 5 mg/hari, sedangkan 1-18 tahun, 15 mg/hari.

  1. Antioksidan

Peran antioksidan sangat penting dalam menangkal anak dari terkontaminasi zat-zat asing yang menyebabkannya sakit. Zat gizi ini mampu mencegah kerusakan sel dan jaringan yang diakibatkan oleh radikal bebas dari beragam polusi. Anak yang sering sakit, pertumbuhannya tentu akan terganggu.

Peran utama lainnya dari antioksidan untuk anak-anak adalah mencegah obesitas. Nah, obesitas inilah yang menjadi penghambat kinerja hormon pertumbuhan sehingga secara otomatis, pertumbuhan tingginya pun ikut terhambat.

  1. Zat Besi

Peran zat gizi ini juga tidak kalah penting dari yang lainnya. Kandungan tertinggi zat ini terdapat dalam darah dan sebagian besarnya berbentuk hemoglobin yang berfungsi mendistribusikan zatzat makanan seta oksegen ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Zat besi membantu pertumbuhan tinggi anak dan kecerdasannya pun berkembang optimal karena kebutuhan zat makanan ke seluruh tubuh telah terpenuhi. Kadar zat besi yang dibutuhkan anak 7-11 bualn yaitu 7 mg/hari, 1-9 tahun butuh 8-10 mg/hari, 10-12 tahun butuh 13 mg/hari, dan usia 13-18 tahun butuh 26 mg/hari.

Selain 5 yang disebutkan tersebut, tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh serat. Zat gizi ini merupakan bagian dari karbohidrat, namun tanpa kalori. Fungsinya mencegah penyakit degeneratif yang bisa mempengaruhi proses tumbuh tinggi dan perkembangan otak (kecerdasannya). Untuk bayi tahun pertama, kadar yang dibutuhkan hanya 10 gr/hari.

This entry was posted in Makanan. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.